Berbalas Pantun Perpisahan Sekolah

 


PEMBUKAAN 

Bukan sulam sembarang sulam 
Menyulam benang di kain sutra
Bukan salam sembarang salam 
Salam pembuka awal bicara 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh 

Sungguh indah kain pelikat 
Serasi dengan si kain tenun 
Tampil di sini, kami berempat 
Kami hendak, berbalas pantun 

Sebelum tuan pergi ke sungai 
Jangan lupa membawa kendi
Sebelum berbalas pantun, kita mulai 
Elok lah kita, perkenalkan diri 

Pergi ke taman memetik melati 
Melati semerbak harum mewangi
Kami datang bersuka hati
Mohon izin memperkenalkan diri

Sarapan lontong dipagi hari 
Bermain bola di tengah lapangan 
Syarhan dan Lintang, namanya kami 
Sahabat berdua, siapakah gerangan ?

Pergi ke pasar membeli salad 
Jangan lupa membeli es krim 
Namaku Cheryl dan -aku- Sa'id 
Kita sekolah di Ibnu Qoyyim 

PENGANTAR 
Burung merpati terbang melayang
Hinggap sebentar di pohon kelapa 
Hari pertama masih terbayang
Masuk sekolah ditemani bunda

Menulis cerita di atas meja 
Meja berderet buku disusun 
Dulu membaca masih mengeja
Sekarang sudah terampil berpantun 

Burung nuri hinggap di pagar
Pagar bambu susun bersilang   
Setiap hari rajin belajar
Demi masa depan gemilang

Papaya berbuah manis rasanya
Dimakan Bersama disiang hari 
Supaya berpantun semakin bermakna 
Mari berpantun sambil bernyanyi 

PANTUN SAMBIL BERNYANYI 

Ambil kertas tolong dilipat 
Kertas dilipat persegi empat 
Dengan guru jangan tak hormat 
Agar ilmu mendapat berkat

Apa tanda kayu gaharu
Kayunya harum banyak yang tahu
Tanpa guru siapalah aku
Hanyalah anak tak paham ilmu

Anak dara memintal benang
Benang dipintal menjadi baju
Jasa guru akan dikenang
Kekal abadi di dalam kalbu

Anak berlari di pinggir Pantai
Membawa layang berwarna jingga 
Tingginya cita akan ku gapai
Berbekal restu orang tua

Sialang menjulang tinggi pohonnya 
Di sana tempat bersarang lebah 
Sayang akan ayah dan bunda 
Bicara yang lembut jangan membantah 

Berlayar sampan di pacu jalur
Dayung dikayuh hingga Narosa
Belajar yang giat, berkata jujur 
Tanda berbakti ayah dan bunda 

PENUTUP

Pagi hari membeli ketan
Dimakan hangat bersama teman
Dulu bertemu saling kenalan
Kini berpisah penuh kenangan

Sungguh indah cahaya purnama 
Bersinar terang dipertengahan bulan
Enam tahun sudah kita bersama
Kini tiba waktunya perpisahan

Raja bertahta memakai mahkota
Mahkota berhias intan permata 
Perpisahan bukan akhir cerita
Tapi langkah awal meraih cita

Pohon matoa tumbuh di halaman
Buahnya lebat menjuntai di dahan
Mohon doa dan juga bimbingan
Agar kami sukses di masa depan 

Sungguh indah warnanya pelangi 
Pelangi muncul setelah hujan
Sungguh berat berpamitan pergi
Namun Pendidikan harus dilanjutkan

Jenggala sunyi burung berkicau
Angin berhembus sejuk sekali 
Janganlah sedih wahai guruku
Kami akan gapai terus prestasi

Langit cerah berwarna biru
Tanda cuaca tak kan hujan 
Terima kasih wahai guru
Jasamu harum sepanjang zaman

Cempedak dimasak dengan santan 
Ambil sepiring tolong hidangkan 
Cukup sekian berbalas pantun
Salah dan khilaf mohon dimaafkan

Juadah disajikan di atas talam
Dimakan bersama penuh kehangatan
Pantun ditutup dengan salam
Sampai jumpa di lain kesempatan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemahaman Bermakna dan Pertanyaan Pemantik

Kumpulan Soal Budaya Melayu Riau (BMR) Kelas VI

Perencanaan Pembelajaran SD/ Paket A

Materi Sekolah Islam Gender (SIG)

Hadits Tarbawi tentang Peran Orangtua dalam Pendidikan

Merdeka Belajar; Asas Trikon

DAFTAR ISI

MATERI KULIAH

Perempuan dan Gender